Kamis, 02 Juni 2016

Persiapan Khusus Menghadapi UTS

1.Membagi waktu belajar. jika mata kuliah yang akan diuji cukup sulit maka proporsi waktu belajar lebih banyak. 

2.Mencari kisi kisi ujian Biasanya dosen memberikan kisi kisi ujian tengah semester yang akan dikeluarkan seperti tipe soal dan materi, saya biasa mencari materi dari staffsite dosen yang bersangkutan. Dari mulai bahan-bahan yang diberikan dosen seperti slide powerpoint dan catatan di kampus.

3.Kerjakan soal yang dianggap lebih mudah
Kerjakan soal-soal diberikan dari yang paling mudah atau paling kita bisa agar waktunya bisa efektif. Kadang waktu kita habis saat kita memikirkan satu soal susah yang tidak kunjung mendapatkan jawabannya. Tidak perlu memaksakan menjawabnya apabila kita tidak bisa mengerjakannya.

FIRA OS

 Polytron, tak hanya merilis smartphone terbaru Zap 6. Perusahaan lokal tersebut juga memperkenalkan sistem operasi bernama FiraOS yang diklaim 100% buatan anak bangsa.
Seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (30/1/2016), Marketing Director Polytron Indonesia,Tekno Wibowo, menjelaskan Fira berbeda dari ZenUI atau MIUI yang hanya membedakan perangkat Asus dan Xiaomi dengan perangkat Android lainnya dari sisi tampilan.
Fira OS memiliki aplikasi bawaan yakni FIRA Check, FIRA Pay, FIRA Store dan FIRA TV. FIRA Check Pulsa dimaksudkan untuk mempermudah pengguna mengecek pulsa yang dimiliki. Sementara itu FIRA Pay memungkinkan pengguna membayar berbagai tagihan seperti listrik dan telepon langsung dari perangkat Polytron.
Di sisi lain, FIRA Store menyediakan voucher-voucher seperti pulsa, game dan listrik bersifat digital, nantinya juga akan bekerja sama dengan e-commerce yang dimaksudkan untuk mempermudah pengguna berbelanja, bukannya mengunduh aplikasi.
Spesial untuk FIRA TV, pengguna akan dimudahkan untuk streaming video danTV dengan aplikasi tersebut. Bekerja sama dengan Super Soccer TV, FIRATV akan menyiarkan seluruh tayangan bola pada Maret mendatang secara gratis bagi pengguna yang memiliki FIRA ID.
Lebih lanjut, Tekno sangat optimistis FiraOS yang dibangun di Android itu akan membawa ciri sendiri bagi smartphone ZAP 6. “Kita berikan fitur-fitur lokal yang bermanfaat untuk orang Indonesia karena banyak fitur di smartphone-smartphone asing tetapi itu dibuat untuk global, bukan untuk masyarakat kita,” terangnya.
Investasi untuk membangun OS terbaru Fira rupanya tak murah. Meski ragu mengungkapkan jumlah pastinya, Tekno mengungkap dana yang digelontorkan untuk membangun FiraOS lebih dari Rp10 miliar. “Hire programmer enggak murah. Kita timnya sekarang mungkin sekitar 12 orang semuanya WNI. Kita enggak butuh bule kok,” jawabnya.
Selain itu dikutip dari Detik, Sabtu, menurut Tekno, Polytron punya senjata tersendiri untuk melawan serangan brand Tiongkok. Jurus Polytron antara lain dengan berupaya memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari pemerintah dan membuat produk sesuai dengan karakter pengguna Indonesia.
“Kita berusaha memenuhi TKDN. Produksi pure di Indonesia, pabrik kita di Kudus Jawa Tengah. Zap 5 yang rilis tahun lalu saja sudah 35% TKDN, jadi kami optimistis bisa memenuhi syarat pemerintah. Kita juga memahami pengguna Indonesia. Kita buat produk kita localized untuk pengguna di sini,” papar Tekno.
Latar belakang ini pula yang menjadi alasan Polytron mengembangkan OS terbaru Fira, versi Android yang disesuaikan dan dioptimalkan untuk ponsel Polytron.
“Android sudah menguasai pasar. Tapi karena didesain secara umum, ada beberapa hal yang kurang cocok untuk pengguna kita. Karena kami brand Indonesia, kami tahu marketnya seperti apa, maka kita juga investasi di bidang software untuk pengembangan OS Fira,” ujarnya.
Tak sembarangan, Tekno menyebut pengembangan OS terbaru Fira terlebih dahulu melalui berbagai studi tentang kebiasaan pengguna ponsel di Indonesia. Tujuannya agar Fira optimal dengan perangkat buatannya dan memenuhi kebutuhan pengguna.
Tekno berharap, semua fitur di OS Fira bisa dimaksimalkan untuk konsumen di Indonesia. Strategi ini meniru Xiaomi yang ponselnya dibenamkan berbagai layanan internet terintegrasi yang juga dikembangkan oleh perusahaan asal China tersebut.
“Xiaomi itu kan punya UI-nya sendiri dan berbagai layanan di dalamnya. Tapi layanannya gak bisa dipakai pengguna di sini. Makanya kita buat OS Fira ini, layanannya ya untuk bisa dipakai pengguna Indonesia,” kata Tekno.
Dalam kesempatan ini, Tekno juga mengungkapkan keinginannya agar unit bisnis ponsel Polytron terus tumbuh. Saat ini, pendapatan terbesar Polytron masih berasal dari unit bisnis elektronik rumah seperti TV, kulkas dan lemari es.
“Kita sejak terjun di bisnis smartphone selalu tumbuh year on year. Tahun lalu revenue darismartphone memang masih 5%. Masih besar dari home appliances. Kita ingin yang smartphoneini terus tumbuh sebanyak-banyaknya,” harapnya.

Sumber:http://www.harianjogja.com/baca/2016/01/31/os-terbaru-ini-kelebihan-fira-os-686247


MENGENAL AUGMENTED REALITY


Sebagian dari kita belakangan ini sering mendengar kata augmented reality, sebagian mungkin tidak pernah mendengarkannya tapi pernah merasakannya. Augmented reality sendiri baru sangat berkembang di beberapa tahun terakhir ini. Sebenarnya apa sih augmented reality itu?
Azuma dalam karya ilmiahnya berjudul A survey of augmented reality  (2007) menjelaskan bahwa augmented reality adalah teknologi yang menggabungkan obyek-obyek maya yang ada dan dihasilkan (generated) oleh  komputer dengan benda-benda yang ada di dunia nyata sekitar kita, dan dalam waktu yang nyata. Mungkin definisi diatas sedikit membingungkan, bagaimana sih caranya untuk menggabungkan benda yang dikomputer dengan benda yang nyata? Kita lihat gambar iklan Adidas dibawah, gambar tersebut menggambarkan obyek-obyek maya yang membentuk sebuah kota maya yang dipadukan dengan aktor di dunia nyata.



Walaupun baru-baru ini kata augmented reality terdengar sangat lantang, namun ternyata teknologi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1950an oleh Morton Heilig, seorang cinematographer. . Teknologi augmented reality membuka peluang baru untuk para pelaku dunia industri maupun dunia pendidikan untuk mengembangkan teknologi tersebut dalam impelementasinya di kehidupan sehari-hari.
Sejarah Augmented Reality
Konsep pertama augmented reality dikenalkan oleh Morton Heilig, seorang cinematographer pada tahun 1950an. Ketika itu Augmented Reality membutuhkan sebuah alat yang besar sebagai alat output. Alat output dapat berupa yang dipasang ditubuh kita (dikenal dengan nama HMD, Head Mounted Device), ada juga yang berupa monitor, seperti monitor TV, LCD, monitor ponsel, dll. Alat HMD pertama kali ditemukan pada tahun 1968 oleh Ivan Sutherland dari Harvard University. Augmented reality dengan input berupa sensor GPS diperkenalkan pada tahun 2003 dari hasil penelitian Loomis, dkk pada karya ilmiahnya Personal guidance system for the visually impaired using GPS, GIS, and VR technologies, pada tahun 1994.
Pada tahun 1996, [11]    Rekimoto dalam karya ilmiahnya Augmented Reality Using the 2D Matrix Code. In Proceedings of the Workshop on Interactive Systems and Software memperkenalkan marker 2D untuk pertama kalinya. Dua tahun kemudian ARtoolkit, augmented reality library pertama kali diluncurkan oleh Kato
Pada tahun 2009 Lab MIT(Mistry, dkk) meneliti sixth sense project dan Wear Ur World – A Wearable Gestural Interface dimana augmented reality di implementasikan pada kehidupan sehari-hari.
Arsitektur Teknologi
Arsitektur teknologi ini tergolong simple, gambar arsitektur dapat dilihat di bawah.



Input
Input dapat berupa apa saja, contoh marker, gambar 2D, gambar 3D, sensor wifi, sensor gerakan, GPS, dan sensor-sensor yang lain.
Kamera
Kamera disini sebagai perantara untuk input yang berupa gambar, baik itu marker, gambar 2D maupun 3D.
Prosessor
Prosessor dibutuhkan untuk memproses input yang masuk dan kemudian memberikannya ke tahapan output.
Output
Dapat berupa HMD, monitor, seperti monitor TV, LCD, monitor ponsel, dll



Aplikasi Augmented reality
Augmented reality sendiri sudah banyak digunakan di berbagai industri, seperti medical untuk training operasi, manufacturing untuk membantu mempermudah proses manufacturing dan service, seperti yang dilakukan oleh BMW. game, film, dan yang paling banyak adalah untuk branding product, seperti yang dilakukan oleh Toyota, Nisan, film Transformer, film Iron Man



Teknologi ini akan terus berkembang, dan kita yang bergerak di dunia IT mempunyai kesempatan yang besar untuk ikut serta dalam mengembangkan teknologi ini.

Sumber:http://socs.binus.ac.id/2012/03/10/mengenal-augmented-reality/