Minggu, 01 Mei 2016

Jalan Panjang Reklamasi di Teluk Jakarta


Selama satu dasawarsa terakhir, wacana reklamasi Teluk Jakarta semakin kencang. Berbagai kebijakan pemerintah muncul, ada yang melarang, tetapi tak jarang melegalkan reklamasi.
Belakangan, wacana tersebut menguat, dihadirkan dengan mengusung tujuan mulia menambah luasan Jakarta sebagai antisipasi perkembangan ibu kota negara.
Reklamasi bukan hal baru bagi Jakarta. Kegiatan untuk meningkatkan manfaat sumber daya lahan dengan pengurukan dan pengeringan lahan atau drainase tersebut sudah mulai dilakukan sejak 1980-an.
PT Harapan Indah mereklamasi kawasan Pantai Pluit selebar 400 meter dengan penimbunan. Daerah baru yang terbentuk digunakan untuk permukiman mewah Pantai Mutiara.
Dalam catatan pemberitaan Kompas, PT Pembangunan Jaya melakukan reklamasi kawasan Ancol sisi utara untuk kawasan industri dan rekreasi sekitar tahun 1981.
Sepuluh tahun kemudian, giliran hutan bakau Kapuk yang direklamasi untuk kawasan permukiman mewah yang sekarang dikenal dengan sebutan Pantai Indah Kapuk. Tahun 1995, menyusul reklamasi yang digunakan untuk industri, yakni Kawasan Berikat Marunda.
Saat itu, kegiatan reklamasi di empat lokasi tersebut sudah menimbulkan perdebatan. Sejumlah pihak menuduh reklamasi Pantai Pluit mengganggu sistem PLTU Muara Karang. Diduga, ini terjadi akibat adanya perubahan pola arus laut di areal reklamasi Pantai Mutiara yang berdampak terhadap mekanisme arus pendinginan PLTU.
Tak hanya itu, tenggelamnya sejumlah pulau di perairan Kepulauan Seribu diduga akibat dari pengambilan pasir laut untuk menimbun areal reklamasi Ancol. Namun, dampak negatif tersebut tidak diindahkan. Upaya reklamasi dipilih untuk menambah luas daratan ibu kota negara.
Wiyogo Atmodarminto, Gubernur DKI Jakarta waktu itu, menyatakan reklamasi ke utara Jakarta dipilih karena perluasan ke arah selatan sudah tidak memungkinkan lagi.
Rencana reklamasi seluas 2.700 hektar tersebut pertama kali dipaparkan di hadapan Presiden Soeharto, Maret 1995. Selain untuk mengatasi kelangkaan lahan di Jakarta, proyek reklamasi juga untuk mengembangkan wilayah Jakarta Utara yang tertinggal dibandingkan empat wilayah lain.
Untuk memuluskan rencana tersebut, disahkan Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta dan Perda Nomor 8 Tahun 1995.
Namun, munculnya dua kebijakan ini "menabrak" Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Jakarta 1985-2005. Di dalam dokumen RUTR tersebut tidak disebutkan mengenai rencana reklamasi.

Sumber:http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/04/jalan-panjang-reklamasi-di-teluk-jakarta

Pengaruh Positif dari Penghapusan 3 in 1


Hari pertama uji coba penghapusan 3 in 1, Selasa (54/2016), menimbulkan peningkatan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Kepadatan kendaraan itu terjadi di pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.
Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, mengungkapkan, macet terjadi di beberapa ruas jalan, seperti dari arah Slipi mengarah Semanggi, Pancoran ke Semanggi, Antasari, Patimura, Sudirman-Thamrin, Tanah Abang dan Pakubuwono ke Patimura.
“Macetnya pagi di jam diberlakukannya 3 in 1. Volume kendaraannya lebih tinggi ketimbang saat berlakunya 3 in 1,” kata Budiyanto saat dihubungi KompasOtomotif, Selasa (5/4/2016).
Menurut Budiyanyo, setelah satu pekan kedepan uji coba ini akan dianalisa, sehingga polisi dan pihak terkait belum bisa memutuskan apakah akan dihapus atau tidak.
“Walaupun dihapus harus ada solusinya. Itu yang sedang dipikirkan, bisa juga diterapkan Electronic Road Pricing ( ERP) atau lainnya,” ujar Budiyanto.
Joki
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSeorang joki 3 in 1 menawarkan jasa kepada pengendara mobil yang lewat di ruas Jalan Gatot Subroto, Slipi, Jakarta, Selasa (28/9/2010).
Positifnya, lanjut Budiyanto, joki yang biasanya berkeliaran di beberapa ruas jalan menjadi tidak ada. Jika dilihat dari sisi itu berhasil, karena menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dampak negatifnya muncul joki hingga sindikat penyewaan bayi.
“Di semua ruas jalan yang diberlakukan 3 in 1 sama sekali tidak ada joki,” ucap Budiyanto.

Sumber:http://otomotif.kompas.com/read/2016/04/05/173200815/Pengaruh.Positif.dari.Penghapusan.3.in.1
Fungsi Dan Jenis Drone

Jenis dan Fungsi Drone

Drone adalah pesawat tanpa awak  yang dikendalikan dari jarak jauh. Dahulu mungkin orang mengenal drone atau pesawat tanpa awak digunakan oleh militer untuk memata-matai musuh di daerah konflik. Tapi kini Drone non militer menjadi hobi baru, penggunanya juga sangat beragam mulai dari anak sekolah hingga profesional.

Jenis dan Fungsi Drone

Fungsi Drone

Drone atau pesawat tanpa awak selain digunakan untuk militer sudah mulai dikembangkan untuk misi pencarian dan penyelamatan.

Pesawat drone juga sudah mulai dikembangkan untuk keperluan jurnalistik, misalnya  untuk memotret, merekam video dan pengumpulan data. Selain itu  juga mulai dipergunakan untuk pengiriman barang dan makanan.

Fungsi drone bisa dikembangkan oleh siapa saja yang memiliki keahlian khusus, digunakan untuk apa dan seperti apa pengendaliannya. Belakangan ini drone masih dikendalikan secara manual atau menggunakan remote kontrol. Namun  sekarang drone bisa dikendalikan secara semi otomatasi menggunakan sistem algoritma pada unit kontrol drone itu sendiri.

Jenis Jenis Drone

Drone ada 2 jenis (Berdasarkan baling baling)  :
  • Fixed wing Drone ( Tunggal)
Drone jenis ini berbentuk seperti pesawat komersial dan digunakan untuk proses yang cepat, daya jangkau lebih cepat serta lebih luas, biasanya untuk pemetaan (mapping) atau  konsepnya seperti scaning. Drone jenis Fixed wins memiliki Energi lebih irit baterai karena single baling baling.

Fixed wing Drone
  • Multicopter Drone (Multi)
Untuk Anda yang ingin membuat video yang bagus sangat cocok memilih drone yang multi copter dikarenakan Lebih stabil dan daya angkut serta kekuatan untuk mengangkat beban (kemera) bisa yang lebih berat. Semakin banyak baling baling semakin stabil dan lebih aman.
Multicopter Drone
Jenis baling baling :
a.       3 baling baling (3Copter)
b.      4 baling baling (Quadcopter)
c.       6 baling baling (HexaCopter)
d.      8 Baling baling (Octacopter)

Dengan mengetahui jenis dan dan fungsinya diharapkan Anda bisa memilih drone yang sesuai untuk keperluan dan tidak salah dalam membeli walaupun hanya untuk sekedar hobi.

Demikian beberapa jenis dan fungsi drone, selanjutnya Artikel Teknologi.com akan membahas tentang komponen dasar dari sebuah pesawat tanpa awak "drone".

Sumber:http://www.artikelteknologi.com/2016/01/jenis-dan-fungsi-drone-pesawat-tanpa-awak.html
Smartwatch

Apa itu Smartwatch.
Selama ini sudah ada smartphone, telpon pintar. Kemudian smart TV, TV pintar dan sekarang Smartwatch, jam pintar. Istilah Smart yang dilekatkan pada sebuah objek elektronik umumnya berarti perangkat tersebut dapat terkoneksi dengan internet atau perangkat elektronik yang lain.
Istilah Smartwatch secara umum berarti sebuah jam tangan yang dapat terhubung ke internet dan juga perangkat elektronik yang lain (smartphone atau tablet) untuk mendapatkan informasi yang akurat dari perangkat tersebut. Smartwatch dapat menjalankan fungsi dasar layaknya smartphone. Dengan smartwatch kita bisa memiliki akses ke berita, cuaca, gps, email, sms dan telpon masuk dan banyak lagi.
Apple-Watch
Cara kerja.
Agar dapat mengoptimalkan fitur-fitur yang ada, smartwatch haruslah slalu terkoneksi dengan smartphone. Sebenarnya inilah tujuan di ciptakan smartwatch ini, yaitu sebagai pasangan bagi smartphone kita. Kita tidak perlu lagi repot-repot membuka smartphone yang tersimpan di saku atau dalam tas, untuk melihat SMS, Email atau panggilan telpon masuk atau lainnya. Cukup kita akses dari jam tangan pintar kita untuk menjalankan fungsi tersebut. Intinya kita bisa akses smartphone kita dari jam tangan pintar yang kita pakai.
Umumnya smartwatch terhubung ke smartphone menggunakan koneksi bluetooth. Setelah terhubung dengan smartphone, kita dapat memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan oleh smartwatch tersebut. Seperti pemberitahuan adanya SMS, Email atau telpon. Atau aplikasi lainnya yang bisa mengontrol samrtphone lewat smartwatch.
Apakah smartwatch cocok untuk semua smartphone?
Jawabannya tentu tidak. Smartwatch hanya bisa bekerja dengan smartphone yang menggunakan sistem operasi yang sama. Smartwatch android hannya cocok untuk smartphone android. Smartwatch dari Apple,  iWatch misalnya hanya cocok untuk smartphone iPhone.
Ada juga smartwatch yang hanya bekerja dengan jenis smartphone tertentu saja walaupun menggunakan sistem operasi yang sama. Seperti smartwatch dari Samsung, Galaxy Gear yang hanya cocok untuk smartphone merek dari Samsung saja.
Namun demikian ada juga smartwatch yang menggunakan sistem operasi sendiri namun cocok / kompatibel dengan smartphone android ataupun iOS. Seperti smartwatch Pebble misalnya yang dapat bekerja dengan iPhone atau smartphone android.
Berikut beberapa vendor  yang telah berkecimpung di dunia smartwatch.
1. Apple – Apple Watch (iWatch)
Di rilis di tahun ini juga. Hadir dengan tiga jenis bahan casing: Stainless steel,  Aluminium (type sport), Lapisan Emas 18K (type edition). Juga hadir dengan dua ukuran 42mm dan 38 mm, masing-masing buat pergelangan tangan pria dan wanita. Bisa ditebak, Apple Watch hanya cocok untuk iPhone saja.
jenis apple smartwatch
2. Pebble
Pebble merupakan perusahaaan baru yang mulai memproduksi smartwatch sejak tahun lalu. Pebble Classic diluncurkan tahun lalu dan Pebble Steel diluncurkan tahun ini. Keunikan smartwatch merek Pebble ini adalah cocok untuk smartphone android maupun smartphone berbasis iOS (iPhone).
Pebble Classic dan Pebble Steel
3. LG
Beberapa smartwatch produk LG, seperti G Watch, G Watch R dan Watch Urbane. Salah satu keunikan smartwatch produk LG adalah tampilan yang mirip dengan jam tangan biasa, berkesan klasik. Produk smartwatch LG hanya cocok dengan smartphone Android.
LG Smartwatch: LG G Watch, LG G Watch R dan LG Watch Urbane
4. SONY
Beberapa smartwatch produk Sony seperti, Sony Smartwatch, Sony Smartwatch 2 dan Sony Smartwatch 3. Produk smartwatch Sony juga hanya cocok dengan smartphone Android.
Sony Smartwatch - Smartwatch 2 - Smartwatch 3
5. Samsung
Beberapa smartwatch produk Samsung, seperti Samsung Gear Fit, Samsung Gear 2, Samsung Gear Live. Perlu ditegaskan di sini bahwa, produk smartwatch Samsung hanya cocok dengan smartphone tertentu dari Samsung saja. Pastikan smartwatch Samsung yang anda beli cocok dengan jenis Smartphone Samsung yang anda miliki. Namun Samsung telah memproduksi smartwatch yang cocok untuk semua smartphone android, yaitu Samsung Gear Live.
Samsung Smartwatch: Gear Fit, Gear 2, Gear Live
Demikian gambaran sekilas produk smartwatch. Dan yang terpenting bagi yang berminat memiliki produk smartwatch adalah kompatibilitas / kecocokan nya dengan smartphone yang anda miliki. Karena smartwatch diciptakan untuk menjadi pasangan dari smartphone. Oleh karena itu perlu dipastikan kecocokannya dengan smartphone anda sebelum anda membelinya.

Sumber:
https://de-tekno.com/2015/05/yang-perlu-diketahui-dari-smartwatch/